Minggu, 01 Juli 2012

BAB V


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1  Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai fungsi manajemen kinerja pegawai dalam meningkatan pelayanan Keluarga Miskin di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Slamet Kabupaten Garut, penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai  berikut :
1.      Pelaksanaan Manajemen Kinerja Pegawai di RSU dr. Slamet Garut
Dari hasil kuesioner penelitian yang penulis sebarkan kepada 12 responden yang diteliti tentang variabel manajemen kinerja pegawai di RSU dr. Slamet Garut, maka penulis menyimpulkan sebagai berikut :
Pelaksanaan manajemen kinerja pegawai di RSU dr. Slamet Garut pada dasarnya sudah dilaksanakan dengan baik. Walaupun pelaksanaan manajemen kinerja tersebut belum maksimal hal ini terlihat dari tanggapan responden dari beberapa indikator tentang manajemen kinerja pegawai yang belum dilaksanakan dengan efektif.
Indikator-indikator  tentang pelaksanaan manajemen kinerja pegawai yang belum dilaksanakan dengan maksimal diantaranya:
a)         Indikator menetapkan tujuan yang spesifik. Bahwa sebanyak 33% responden yang menjawab ragu-ragu, ini berarti belum optimalnya penetapan tujuan secara spesifik sehingga harus diperbaiki dengan cara mengkomunikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam tujuan yang telah digariskan RSU dr. Slamet Garut dalam visi, misi, tugas pokok dan fungsi BP RSU dr. Slamet Garut.
b)         Indikator menetapkan tujuan yang terukur. Bahwa sebanyak 50% responden yang menjawab ragu-ragu, ini berarti belum optimalnya penetapan tujuan secara terukur sehingga harus diperbaiki dengan cara pemberian beban tugas kepada pegawai dengan jumlah jam kerja yang disebrikan disesuaikan dengan penetapan tujuan yang terukur.
c)         Indikator meningkatkan motivasi. Bahwa sebanyak 67% responden yang menjawab ragu-ragu, ini berarti belum optimalnya peningkatan motivasi sehingga harus diperbaiki dengan cara pemberian punih and reward sehingga menjadi pemicu semangat dalam memotivasi pegawai.
d)        Indikator pertimbangan dengan jenis pekerjaan. Bahwa sebanyak 67% responden yang menjawab ragu-ragu, ini berarti belum optimalnya pertimbangan dengan jenis pekerjaan sehingga harus diperbaiki dengan cara peningkatan kapabilitas pegawai melalui training atau disekolahkan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga diharapkan memenuhi pertimbangan jabatan dengan jenis pekerjaan dan kemampuannnya secara maksimal..

2.      Tanggapan Responden Tentang Pelayanan Keluarga Miskin (GAKIN)  di RSU dr. Slamet Garut
Dari hasil kuesioner penelitian yang penulis sebarkan kepada 40 responden yang diteliti tentang variabel pelayanan di RSU dr. Slamet Garut, maka penulis menyimpulkan sebagai berikut :
Pelaksanaan pelayanan di RSU dr. Slamet Garut pada dasarnya sudah dilaksanakan dengan baik. Walaupun pelaksanaan pelayanan tersebut belum maksimal hal ini terlihat dari tanggapan responden dari beberapa indikator tentang pelayanan yang belum dilaksanakan dengan efektif.
Indikator-indikator  tentang pelaksanaan pelayanan yang belum dilaksanakan dengan maksimal diantaranya:
a)      Indikator memiliki pandangan jauh ke depan. Bahwa sebanyak 53% responden yang menjawab ragu-ragu dan 43% responden menjawab tidak tahu, ini berarti belum optimalnya pelaksanaan pandangan jauh ke depan sehingga harus diperbaiki dengan cara penerapan pemahaman kepada pegawai tentang draft visi misi RSU dr. Slamet Garut sehingga dengan memiliki dasar ini akan memiliki pandangan jauh ke depan dalam melakukan pelayanan.
b)      Indikator memahami maksud dan tujuan dalam pelayanan. Bahwa sebanyak 40% responden yang menjawab ragu-ragu dan 48% responden menjawab tidak tahu, ini berarti belum optimalnya pelaksanaan memahami maksud dan tujuan sehingga harus diperbaiki dengan cara mewujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam tugas pokok dan fungsi BP RSU dr. Slamet Garut yang di dalamnya termasuk ada maksud dan tujuan keberadaan RSU dr. Slamet Garut.
c)      Indikator harus taat/ disipilin baik waktu maupun kerja. Bahwa sebanyak 48% responden yang menjawab ragu-ragu dan 20% responden menjawab tidak tahu, ini berarti belum optimalnya kedisiplinan dalam pelayanan sehingga harus diperbaiki dengan cara teladan dari pimpinan serta menumbuhkan sikap disiplin di dalam jiwa pegawai.
d)     Indikator peralatan kerja yang memadai dan menunjang. Bahwa sebanyak 58% responden yang menjawab ragu-ragu dan 23% responden menjawab tidak tahu, ini berarti belum optimalnya ketersediaan peralatan  kerja yang memadai dan menunjang sehingga harus diperbaiki dengan cara pengadaan kembali peralatan yang relevan dan dibutuhkan.

3.      Hambatan-hambatan yang Dihadapi Dalam Pelaksanaan Manajemen Kinerja Pegawai Dan Pelayanan  Keluarga Miskin di RSU dr. Slamet Garut
Berikut Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen kinerja pegawai dan pelayanan  Keluarga Miskin di RSU dr. Slamet Garut, yakni :
1)      Adanya mutasi total di lingkungan Badan Pengelola RSUD dr. Slamet Garut
2)      Kurangnya tenaga kerja di Bagian GAKIN
3)      Masih adanya customer yang mendadak mendaftar tanpa dokumen dan prosedur yang tepat
Adapun cara penanggulangan dari hambatan-hambatan tersebut di atas adalah sebagai berikut :
1)      Karena masalah mutasi merupakan hambatan yang sifatnya insidental atau sewaktu-waktu jika ada mutasi, maka cara penanggulangannya adalah jauh-jauh hari sebelum mutasi harus ada sinyal pemberitahuan kepada pegawai bahwa akan dimutasikan ke bagian pekerjaan tertentu sehingga pegawai dapat mengadaftasi sedini mungkin.

2)      Masalah  kurangnya tenaga kerja di Bagian GAKIN, hal ini hanya sebatas bagaimana pihak BP RSU dr. Slamet Garut dapat menambahnya dengan cara merekrut orang-orang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang tepat sesuai dengan beban kerja yang ada. Sementara untuk langkah awal adalah bagaimana mampu mengoptimalkan pegawai yang ada untuk bekerja secara berkualitas walaupun masih tidaka memadainya kuantitas pegawai yang ada.
3)      Sementara masih adanya customer yang mendadak mendaftar tanpa dokumen dan prosedur yang tepat, ini harus dilakukan sosialisasi atau sebentuk informasi yang baik terhadap masyarakat umum dalam hal persyaratan untuk mendapatkan jaminan JAMKESMAS atau pun prosedur yang harus ditempuh dalam memperoleh JAMKESMAS.

5.2  Saran
Dari kesimpulan di atas, dapat diketahui bahwa mananajemen kinerja dan pelayanan yang dilakukan BP RSU dr. Slamet Garut harus terus ditingkatkan mengingat adanya beberapa indikator yang belum dijalankan secara maksimal serta adanya hambatan-hambatan yang seyogianya harus secepatnya diperbaiki. Dan tentu saja masalah yang ada di BP RSU dr. Slamet Garut tidak hanya merupakan masalah secara parsial, melainkan terintegrasi antara pegawai, customer, pasien serta lingkungan.
Tetapi apa yang menjadi harapan masyarakat akan peranan yang diberikan RSU dr. Slamet Garut terkadang tidak dapat terlaksana secara maksimal. Oleh sebab itu, ada beberapa saran yang akan penulis sampaikan, diantaranya :
1.      Dalam pelaksanaan manajemen kinerja di Bagian GAKIN RSU dr. Slamet Garut, maka perlu peningkatan kedisiplinan diantara pegawai sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal. Bentuk penyadaran akan pentingnya disiplin terhadap pegawai adalah pemberian teladan dari pimpinan serta pemahaman akan pentingnya disiplin sebagai bentuk tanggung jawab dalam pelayanan.
2.      Dalam pelaksanaan pelayanan di RSU dr. Slamet Garut, maka mengenai kapabilitas pegawai sangat penting untuk memberikan pelayanan yang berkualitas, cepat dan memuaskan customer. Hal ini dapat dilakukan dengan cara pembinaan, pelatihan ataupun adanya suatu pendidikan dalam pemahaman akan pentingnya pelayanan.
3.      Dalam meningkatkan pelaksanaan manajemen kinerja dan pelayanan di RSU dr. Slamet Garut hendaknya memperhatikan reward & punishment. Reward dapat berupa pemberian pujian dari seorang pimpinan, peningkatan tunjangan, dan yang lainnya. Sementara bentuk dari punishment dapat berupa teguran, pemberian sanksi, dan yang lainnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar