BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai fungsi
manajemen kinerja pegawai dalam meningkatan pelayanan Keluarga Miskin di Rumah
Sakit Umum Daerah dr. Slamet Kabupaten Garut, penulis dapat mengambil beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
1.
Pelaksanaan Manajemen Kinerja Pegawai di RSU dr. Slamet Garut
Dari hasil kuesioner penelitian yang penulis sebarkan
kepada 12 responden yang diteliti tentang variabel manajemen kinerja pegawai di
RSU dr. Slamet Garut, maka penulis menyimpulkan sebagai berikut :
Pelaksanaan manajemen kinerja pegawai di RSU dr. Slamet
Garut pada dasarnya sudah dilaksanakan dengan baik. Walaupun pelaksanaan manajemen
kinerja tersebut belum maksimal hal ini terlihat dari tanggapan responden dari beberapa
indikator tentang manajemen kinerja pegawai yang belum dilaksanakan dengan
efektif.
Indikator-indikator
tentang pelaksanaan manajemen kinerja pegawai yang belum dilaksanakan
dengan maksimal diantaranya:
a)
Indikator menetapkan tujuan
yang spesifik. Bahwa sebanyak 33% responden yang menjawab ragu-ragu, ini berarti
belum optimalnya penetapan tujuan secara spesifik sehingga harus diperbaiki
dengan cara mengkomunikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam tujuan yang
telah digariskan RSU dr. Slamet Garut dalam visi, misi, tugas pokok dan fungsi
BP RSU dr. Slamet Garut.
b)
Indikator menetapkan tujuan
yang terukur. Bahwa sebanyak 50% responden yang menjawab ragu-ragu, ini berarti
belum optimalnya penetapan tujuan secara terukur sehingga harus diperbaiki
dengan cara pemberian beban tugas kepada pegawai dengan jumlah jam kerja yang
disebrikan disesuaikan dengan penetapan tujuan yang terukur.
c)
Indikator meningkatkan
motivasi. Bahwa sebanyak 67% responden yang menjawab ragu-ragu, ini berarti
belum optimalnya peningkatan motivasi sehingga harus diperbaiki dengan cara pemberian
punih and reward sehingga menjadi
pemicu semangat dalam memotivasi pegawai.
d)
Indikator pertimbangan dengan
jenis pekerjaan. Bahwa sebanyak 67% responden yang menjawab ragu-ragu, ini
berarti belum optimalnya pertimbangan dengan jenis pekerjaan sehingga harus
diperbaiki dengan cara peningkatan kapabilitas pegawai melalui training atau
disekolahkan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga diharapkan memenuhi
pertimbangan jabatan dengan jenis pekerjaan dan kemampuannnya secara maksimal..
2.
Tanggapan Responden
Tentang Pelayanan
Keluarga Miskin (GAKIN) di RSU dr.
Slamet Garut
Dari hasil kuesioner penelitian yang penulis sebarkan
kepada 40 responden yang diteliti tentang variabel pelayanan di RSU dr. Slamet Garut,
maka penulis menyimpulkan sebagai berikut :
Pelaksanaan pelayanan di RSU dr. Slamet Garut pada
dasarnya sudah dilaksanakan dengan baik. Walaupun pelaksanaan pelayanan
tersebut belum maksimal hal ini terlihat dari tanggapan responden dari beberapa
indikator tentang pelayanan yang belum dilaksanakan dengan efektif.
Indikator-indikator
tentang pelaksanaan pelayanan yang belum dilaksanakan dengan maksimal
diantaranya:
a)
Indikator memiliki pandangan
jauh ke depan. Bahwa sebanyak 53% responden yang menjawab ragu-ragu dan 43%
responden menjawab tidak tahu, ini berarti belum optimalnya pelaksanaan
pandangan jauh ke depan sehingga harus diperbaiki dengan cara penerapan
pemahaman kepada pegawai tentang draft visi misi RSU dr. Slamet Garut sehingga
dengan memiliki dasar ini akan memiliki pandangan jauh ke depan dalam melakukan
pelayanan.
b)
Indikator memahami maksud dan
tujuan dalam pelayanan. Bahwa sebanyak 40% responden yang menjawab ragu-ragu
dan 48% responden menjawab tidak tahu, ini berarti belum optimalnya pelaksanaan
memahami maksud dan tujuan sehingga harus diperbaiki dengan cara mewujudkan
nilai-nilai yang terkandung dalam tugas pokok dan fungsi BP RSU dr. Slamet
Garut yang di dalamnya termasuk ada maksud dan tujuan keberadaan RSU dr. Slamet
Garut.
c)
Indikator harus taat/ disipilin
baik waktu maupun kerja. Bahwa sebanyak 48% responden yang menjawab ragu-ragu
dan 20% responden menjawab tidak tahu, ini berarti belum optimalnya kedisiplinan
dalam pelayanan sehingga harus diperbaiki dengan cara teladan dari pimpinan
serta menumbuhkan sikap disiplin di dalam jiwa pegawai.
d)
Indikator peralatan kerja yang
memadai dan menunjang. Bahwa sebanyak 58% responden yang menjawab ragu-ragu dan
23% responden menjawab tidak tahu, ini berarti belum optimalnya ketersediaan
peralatan kerja yang memadai dan
menunjang sehingga harus diperbaiki dengan cara pengadaan kembali peralatan
yang relevan dan dibutuhkan.
3.
Hambatan-hambatan yang Dihadapi Dalam Pelaksanaan Manajemen Kinerja
Pegawai Dan Pelayanan Keluarga Miskin di
RSU dr. Slamet Garut
Berikut Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen
kinerja pegawai dan pelayanan Keluarga
Miskin di RSU dr. Slamet Garut, yakni :
1)
Adanya mutasi total di
lingkungan Badan Pengelola RSUD dr. Slamet Garut
2)
Kurangnya tenaga kerja di Bagian
GAKIN
3)
Masih adanya customer yang
mendadak mendaftar tanpa dokumen dan prosedur yang tepat
Adapun cara
penanggulangan dari hambatan-hambatan tersebut di atas adalah sebagai berikut :
1)
Karena masalah mutasi merupakan
hambatan yang sifatnya insidental atau sewaktu-waktu jika ada mutasi, maka cara
penanggulangannya adalah jauh-jauh hari sebelum mutasi harus ada sinyal
pemberitahuan kepada pegawai bahwa akan dimutasikan ke bagian pekerjaan
tertentu sehingga pegawai dapat mengadaftasi sedini mungkin.
2)
Masalah kurangnya tenaga kerja di Bagian GAKIN, hal
ini hanya sebatas bagaimana pihak BP RSU dr. Slamet Garut dapat menambahnya
dengan cara merekrut orang-orang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang
tepat sesuai dengan beban kerja yang ada. Sementara untuk langkah awal adalah
bagaimana mampu mengoptimalkan pegawai yang ada untuk bekerja secara
berkualitas walaupun masih tidaka memadainya kuantitas pegawai yang ada.
3)
Sementara masih adanya customer
yang mendadak mendaftar tanpa dokumen dan prosedur yang tepat, ini harus
dilakukan sosialisasi atau sebentuk informasi yang baik terhadap masyarakat
umum dalam hal persyaratan untuk mendapatkan jaminan JAMKESMAS atau pun
prosedur yang harus ditempuh dalam memperoleh JAMKESMAS.
5.2
Saran
Dari kesimpulan di atas, dapat diketahui bahwa mananajemen kinerja
dan pelayanan yang dilakukan BP RSU dr. Slamet Garut harus terus ditingkatkan
mengingat adanya beberapa indikator yang belum dijalankan secara maksimal serta
adanya hambatan-hambatan yang seyogianya harus secepatnya diperbaiki. Dan tentu
saja masalah yang ada di BP RSU dr. Slamet Garut tidak hanya merupakan masalah
secara parsial, melainkan terintegrasi antara pegawai, customer, pasien serta
lingkungan.
Tetapi apa yang menjadi harapan masyarakat akan peranan
yang diberikan RSU dr. Slamet Garut terkadang tidak dapat terlaksana secara
maksimal. Oleh sebab itu, ada beberapa saran yang akan penulis sampaikan,
diantaranya :
1.
Dalam pelaksanaan manajemen
kinerja di Bagian GAKIN RSU dr. Slamet Garut, maka perlu peningkatan
kedisiplinan diantara pegawai sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih
optimal. Bentuk penyadaran akan pentingnya disiplin terhadap pegawai adalah pemberian
teladan dari pimpinan serta pemahaman akan pentingnya disiplin sebagai bentuk
tanggung jawab dalam pelayanan.
2.
Dalam pelaksanaan pelayanan di
RSU dr. Slamet Garut, maka mengenai kapabilitas pegawai sangat penting untuk
memberikan pelayanan yang berkualitas, cepat dan memuaskan customer. Hal ini
dapat dilakukan dengan cara pembinaan, pelatihan ataupun adanya suatu
pendidikan dalam pemahaman akan pentingnya pelayanan.
3.
Dalam meningkatkan pelaksanaan manajemen
kinerja dan pelayanan di RSU dr. Slamet Garut hendaknya memperhatikan reward & punishment. Reward dapat berupa pemberian pujian
dari seorang pimpinan, peningkatan tunjangan, dan yang lainnya. Sementara
bentuk dari punishment dapat berupa
teguran, pemberian sanksi, dan yang lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar